Utilitarianisme Adalah suatu idea atau faham dalam falsafah moral yang menekankan prinsip manfaat atau kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar.
Teori Utilitarian mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat.
Bentham berpendapat bahwa ada satu prinsip moral yang utama yakni “Prinsip Utilitas”. Prinsip ini menuntut agar setiap kali kita menghadapi pilihan dari antara tindakan alternatif atau kebijakan, sosial, kita mengambil satu pilihan yang mempunyai konsekuensi, yang secara menyeluruh paling baik bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya.
Deontologi
- Deontologi
berasal dari kata Yunani “deon” yang berarti kewajiban.
- Merupakan teori etika yang menyatakan bahwa yang menjadi dasar baik buruknya suatu perbuatan adalah kewajiban seseorang untuk berbuat baik kepada sesama manusia, sebagaimana keinginan diri sendiri selalu berlaku baik pada diri sendiri.
Kriteria dan Prinsip Etika utilitarianisme
Dalam kerangka etika utilitarianisme kita merumuskan tiga kriteria objektif yang dapat dijadikan dasar objektif sekaligus norma untuk menilai suatu kebijaksanaan atau tindakan. Kriteria – kriteria :
a. Manfaat.
Bahwa kebijaksaan atau tindakan itu mendatangkan
mamfaat atau kegunaan tertentu . Jadi, kebijaksanaan atau
tindakan yang baik adalah yang menghasilkan hal yang baik . Sebaliknya,
kebijaksanaan atau tindakan yang tidak baik adalah yang mendatangkan kerugian
tertentu.
b. Manfaat Terbesar.
Bahwa kebijaksanaan atau tindakan yang mendatangkan manfaat terbesar ( atau dalam situasi tertentu lebih besar ) dibandingkan dengan kebijaksanaan atau tindakan alternatif lainnya. Atau kalau yang dipertimbangkan adalah soal akibat baik dan akibat buruk dari suatu kebijaksanaan atau tindakan, maka suatu kebijaksanaan atau tindakan dinilai baik secara moral kalau mendatangkan lebih banyak manfaat dibandingkan dengan kerugian. Dalam sutu tertentu , jika kerugian tidak dapat dihindari, maka tindakan yang baik adalah yang akan menimbulkan kerugian terkecil.
c. Manfaat terbesar untuk siapa.
Untuk individu saya atau kelompok saya , atau untuk semua orang yang terkait , terpengaruh dan terkena kebijaksanaan atau tindakan yang akan diambil, manfaat terbesar adalah : bagi sebanyak mungkin orang.
Atas dasar ketiga kriteria tersebut, etika
utiltarianisme mengajukan tiga pegangan sebagai berikut :
- Suatu kebijaksanaan
atau tindakan adalah baik dan tepat secara moral jika dan hanya jika
kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau keuntungan. Itu
berarti tindakan yang membawa manfaat atau keuntungan tertentu adalah
tindakan yang tepat dan baik secara moral.
- Diantara berbagai
kebijaksanaan dan tindakan yang sama baiknya , kebijaksanaan atau
tindakan yang mempanyai manfaat terbesar adalah tindakan yang baik. Tau
sebaliknya, di antara kebijaksanaan atau tindakan yang sama – sama merugikan ,
kebijaksanaan atau tindakan yang baik dari segi moral adalah mendatangkan
kerugian kecil atau terkecil.
- Diantar kebijaksanaan
atau tindakan sama – sama mendatangkan manfaat terbesar,
kebijaksanaan atau tindakan yang mendatangkan manfaat
terbesar bagi paling banyak orang adalah tindakan yang paling baik. Atau,
diantara kebijaksanaan atau tindakan yang sama – sama mendatangkan
kerugian terkecil.
Nilai
Positif Etika Utilitarianisme :
- - Nilai positif etika utilitarianisme adalah pada rasionalitasnya
dan universalitasnya.
- - Rasionalnya adalah kepentingan orang banyak lebih
berharga daripada kepentingan individual.
- - Berbisnis untuk kepentingan individu dan disaat
yang bersamaan mensejahterakan masyarakat luas adalah pekerjaan profesional
sangat mulia.
Kesulitan Etika Utilitarianisme :
Manfaat utilitarianisme yang menutamakan kepentingan masyarakat luas merupakan sebuah konsep bernilai tinggi, sehingga dalam praktek bisnis sesungguhnya dapat menimbulkan kesulitan bagi pelaku bisnis.
Misal/Contoh : Seorang
penjual es buah keliling seharusnya / sebaiknya secara etis dia menggunakan
gula asli. Tapi karena harga gula yang tinggi, maka dia mengurangi biaya yang
dikeluarakan dengan menggunakan sari gula yang lebih murah. Dan umumnya
penyakit yang diderita pembeli bukanlah kesalahan si penjual melainkan pembeli
itu sendiri yang jajan sembarangan. Pedagang tersebut tidak bodoh, dia membuat
aroma dan warna yang sangat menarik perhatian pada es buahnya, apalagi bila
dalam cuaca panas terik. Maka mau tidak mau orang akan mambeli es puas tersebut
sebagai pelepas dahaga.
Ref : https://www.taupasar.com/2019/11/definisi-etika-utilitarianisme-dalam.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar