Jumat, 25 Maret 2022

Utilitarianisme

Utilitarianisme Adalah suatu idea atau faham dalam falsafah moral yang menekankan prinsip manfaat atau kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar.

Teori Utilitarian mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat.

Bentham berpendapat bahwa ada satu prinsip moral yang utama yakni “Prinsip Utilitas”. Prinsip ini menuntut agar setiap kali kita menghadapi pilihan dari antara tindakan alternatif atau kebijakan, sosial, kita mengambil satu pilihan yang mempunyai konsekuensi, yang secara menyeluruh paling baik bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya.

Deontologi

-        Deontologi berasal dari kata Yunani “deon” yang berarti kewajiban.

-    Merupakan teori etika yang menyatakan bahwa yang menjadi dasar baik buruknya suatu perbuatan adalah kewajiban seseorang untuk berbuat baik kepada sesama manusia, sebagaimana keinginan diri sendiri selalu berlaku baik pada diri sendiri.

Kriteria dan Prinsip Etika utilitarianisme 

Dalam kerangka etika utilitarianisme kita merumuskan  tiga  kriteria objektif yang dapat dijadikan dasar objektif sekaligus  norma  untuk menilai suatu kebijaksanaan atau tindakan. Kriteria – kriteria :

a. Manfaat.

Bahwa kebijaksaan atau tindakan itu mendatangkan  mamfaat atau kegunaan  tertentu . Jadi, kebijaksanaan  atau tindakan yang baik adalah yang menghasilkan  hal yang baik . Sebaliknya, kebijaksanaan atau tindakan yang tidak baik adalah yang mendatangkan kerugian tertentu.

b. Manfaat Terbesar.

Bahwa kebijaksanaan  atau tindakan  yang mendatangkan manfaat terbesar  ( atau dalam situasi tertentu lebih besar ) dibandingkan  dengan kebijaksanaan atau tindakan alternatif lainnya. Atau kalau yang dipertimbangkan  adalah soal  akibat baik dan akibat buruk  dari suatu kebijaksanaan atau tindakan, maka suatu kebijaksanaan atau tindakan dinilai baik secara moral  kalau mendatangkan  lebih banyak manfaat  dibandingkan  dengan kerugian. Dalam sutu tertentu , jika kerugian tidak dapat dihindari, maka tindakan yang baik adalah yang akan menimbulkan kerugian terkecil.

c. Manfaat terbesar untuk siapa.

Untuk individu saya atau kelompok saya , atau untuk semua orang yang terkait , terpengaruh dan terkena kebijaksanaan atau tindakan yang akan diambil, manfaat terbesar adalah : bagi sebanyak mungkin orang.

Atas dasar  ketiga kriteria tersebut, etika utiltarianisme mengajukan tiga pegangan  sebagai berikut :

-       Suatu kebijaksanaan atau tindakan adalah baik dan tepat secara moral jika dan hanya jika kebijaksanaan atau tindakan  itu mendatangkan manfaat atau keuntungan. Itu berarti tindakan yang membawa manfaat atau keuntungan  tertentu adalah tindakan yang tepat dan baik secara moral.

-      Diantara berbagai kebijaksanaan dan tindakan yang sama baiknya , kebijaksanaan  atau tindakan yang mempanyai manfaat terbesar adalah tindakan yang baik. Tau sebaliknya, di antara kebijaksanaan atau tindakan yang sama – sama merugikan , kebijaksanaan atau tindakan  yang baik dari segi moral adalah mendatangkan  kerugian kecil atau terkecil.

-       Diantar kebijaksanaan atau tindakan  sama – sama mendatangkan  manfaat terbesar, kebijaksanaan  atau tindakan  yang mendatangkan  manfaat terbesar bagi paling banyak orang adalah tindakan  yang paling baik. Atau, diantara kebijaksanaan atau tindakan  yang sama – sama  mendatangkan  kerugian terkecil.

 

Nilai Positif Etika Utilitarianisme :

-          -  Nilai positif etika utilitarianisme adalah pada rasionalitasnya dan universalitasnya.

-          -  Rasionalnya adalah kepentingan orang banyak lebih berharga daripada kepentingan individual.

-     - Berbisnis untuk kepentingan individu dan disaat yang bersamaan mensejahterakan masyarakat luas adalah pekerjaan profesional sangat mulia.

 

Kesulitan Etika Utilitarianisme :

Manfaat utilitarianisme yang menutamakan kepentingan masyarakat luas merupakan sebuah konsep bernilai tinggi, sehingga dalam praktek bisnis sesungguhnya dapat menimbulkan kesulitan bagi pelaku bisnis.

Misal/Contoh : Seorang penjual es buah keliling seharusnya / sebaiknya secara etis dia menggunakan gula asli. Tapi karena harga gula yang tinggi, maka dia mengurangi biaya yang dikeluarakan dengan menggunakan sari gula yang lebih murah. Dan umumnya penyakit yang diderita pembeli bukanlah kesalahan si penjual melainkan pembeli itu sendiri yang jajan sembarangan. Pedagang tersebut tidak bodoh, dia membuat aroma dan warna yang sangat menarik perhatian pada es buahnya, apalagi bila dalam cuaca panas terik. Maka mau tidak mau orang akan mambeli es puas tersebut sebagai pelepas dahaga.

 

Ref : https://www.taupasar.com/2019/11/definisi-etika-utilitarianisme-dalam.html

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar